Sejarah Balap Motor

Sejarah Balap Motor | KampusPJOK - Balap motor adalah olahraga otomotif yang menggunakan sepeda motor. Balap motor, khususnya road race, cukup populer di Indonesia. Hampir tiap minggu di berbagai daerah di Indonesia even balap motor diselenggarakan. Selain road race, balap motor jenis lain yang cukup sering diadakan adalah motorcross, drag bike, grasstrack dan supersport.

Terdapat beragam jenis olahraga yang menggunakan sarana motor balap. Badan Internasional yang berfungsi menaungi berbagai jenis kegiatan olahraga balap motor  adalah Fédération Internationale de Motocyclisme  atau disingkat dengan FIM. Kapankah FIM didirikan? Menurut catatan sejarah balap motor, Induk Organisasi Balap Motor ini didirikan tahun 1949.

Pada kesempatan ini kita akan mengenal sejarah balap motor yang berdasarkan fakta sejarah, bahwa perkembangan balapan motor ini paralel dengan perkembangan atau sejarah balap mobil. Bagaimana sejarah balap motor ini? mari simak penjelasan mengenai sejarah balap motor dibawah ini

Sejarah Balap Motor

Sejarah Balap Motor Sebelum Tahun 1949

Motor pertama yang dijual kepada masyarakat umum adalah produk Jerman pada tahun 1894, sementara lomba atau balap motor pertama yang menempuh jarak sekitar 400 km diadakan di Prancis hanya beberapa tahun kemudian.

Pada tahun 1904, Fédération Internationale du Motocyclisme yang merupakan cikal bakal induk organisasi balap motor Internasional telah menciptakan piala internasional, menyatukan lima negara: Austria, Denmark, Prancis, Jerman, dan Inggris. Perlombaan piala internasional pertama terjadi pada 1905 di Dourdan, Prancis. Perlombaan untuk Tourist Trophy (TT) menjadi yang paling terkenal dari semua balapan sepeda motor Eropa. Perlombaan TT pertama terjadi pada tahun 1907 di Isle of Man , yang kemudian menjadi event paling terkenal di dunia selama beberapa dekade setelahnya.


Pengendara sepeda motor membulatkan putaran di perlombaan Trophy Turis, Isle of Man, Inggris.© Hulton-Deutsch Collection / Corbis


Sejarah Balap Motor Periode Tahun 1949 - 1960

Pada tahun 1949, Fédération Internationale du Motocyclisme diganti namanya menjadi Fédération Internationale Motocycliste [FIM] dengan tugas menetapkan format untuk balap jalanan yang masih dapat dikenali hingga saat ini di seri GP Dunia. Balapan pertama yang diadakan di bawah peraturan FIM adalah acara Isle of Man TT Juni 1949.

Event kejuaraan dunia balap motor telah dimulai pada tahun 1949. Kejuaraan balap motor saat itu terdiri dari beberapa kelas motor, berdasarkan kapasitas mesin, dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas-kelas yang ada saat itu adalah 50 cc, 125 cc, 250 cc, 350 cc, dan 500 cc untuk motor single seater, serta 350 cc dan 500 cc untuk motor sidecars. Memasuki tahun 1950-an dan sepanjang 1960-an, motor bermesin 4 tak mendominasi seluruh kelas.

Balap motor di Amerika Utara dimulai pada tahun 1903 dengan pembentukan Federasi Pengendara Sepeda Motor Amerika di New York City . Pada tahun 1924, masyarakat ini berevolusi menjadi Asosiasi Sepeda Motor Amerika yang masih aktif. Sejak 1937 Daytona 200 mil (320 kilometer) ras telah menjadi ras AS terkemuka. Ini diadakan di sirkuit jalan yang sama yang digunakan untuk balap mobil Daytona 24 jam. Balap Grand Prix (dalam arti menjadi acara besar di negara di mana diadakan) untuk sepeda motor dimulai di Amerika Serikat segera setelah balap mobil dilanjutkan setelah akhir Perang Dunia I. Grand Prix balap sepeda motor Belgia berasal dari tahun 1921, sementara Jerman mulai balap sepeda motor Grand Prix pada tahun 1925, dan Grand Prix Belanda dimulai pada tahun yang sama.


Sejarah Balap Motor Tahun 1970 - 2000

Pada akhir 1960-an, motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas-kelas kecil. Di tahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar menyingkirkan mesin-mesin 4 tak. Pada tahun 1979, Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak di kelas puncak dengan menurunkan motor NR500, namun proyek ini gagal, dan di tahun 1983 Honda bahkan meraih kemenangan dengan motor 500 cc 2 tak miliknya. Pada tahun 1983, kelas 350 cc akhirnya dihapuskan. Kelas 50 cc kemudian digantikan oleh kelas 80 cc di tahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaraan dunia di tahun 1990-an, menyisakan kelas 125 cc, 250 cc, dan kelas 500 cc.

Di era 1997-an saat kebanyakan motor Grand Prix 500 menggunakan mesin empat silinder, KR3 Modenas tercatat sebagai satu-satunya tim sekaligus pabrikan yang masih menggunakan mesin tiga silinder. Sayang sampai dengan datangnya era 4-tak mesin tiga silinder KR3 tidak bisa berbuat banyak, karena kalah power dengan mesin emapt silinder meskipun di sisi lain memperoleh benefit dari segi bobot.

GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500 cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar.

Sejarah Balap Motor Tahun 2000 Sampai sekarang

Merupakan tahun transisi, periode terakhir mesin dua langkah diperlombakan dalam kompetisi kelas premier. Sepanjang tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990 cc, dan berubah menjadi 800 cc di musim 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Seluruh tim pabrikan seperti Yamaha, Honda, dan Suzuki masing-masing memilih untuk berkompetisi menggunakan mesin empat langkah terbarunya. Praktis, hanya tim satelit saja yang masih berkompetisi menggunakan mesin 500 cc dua langkah.

Seluruh seri di musim ini di dominasi oleh motor-motor empat tak.

Valentino Rossi, 11 race (Honda RC 211V)
Tohru Ukawa, 1 race (Honda RC 211V)
Max Biaggi, 2 race (Yamaha YZR M1)
Alex Barros, 2 race (Honda RC 211V)

Sejarah Balap Motor
Gambar : balapmotor.net


Jenis Kejuaraan Balap Motor


Sampai saat ini telah terdapat berbagai kejuaraan balap motor yang diadakan karena banyak terdapat bermacam jenis dan bentuk motor.  Jenis pelombaan dan kejuaraan balap motor tersebut, antara lain:


  1. Road Racing atau balap jalanan dalam bentuk murni atau asal mulanya adalah balapan yang dilombakan di jalan umum, seperti lintasan Isle of Man TT (Tourist Trophy), Grand Prix Macau dan beberapa lintasan di Ireland. Karena disebabkan oleh bahaya yang tak terlepaskan dari jalan raya seperti jalur sempit, trotoar jalan, dan tembok-tembok, umumnya balap jalanan sekarang dipindahkan ke lintasan-lintasan yang dibangun khusus.
  2. Circuit Racing atau balap sirkuit , yaitu di mana motor-motor balap yang dirancang khusus atau motor-motor produksi massal yang dimodifikasi bersaing satu dengan lainnya di sirkuit yang juga dirancang khusus. MotoGP adalah contoh dari balapan kelas puncak yang melombakan motor yang dirancang khusus untuk balap dan tidak dijual bebas, sementara World Superbike adalah contoh balap yang melombakan motor produksi massal dan dijual bebas namun dengan modifikasi sesuai ketentuan.
  3. Classic Racing Balap klasik adalah di mana para peserta membalap dengan menggunakan motor yang telah dimodifikasi secara besar-besaran dari era awal – biasanya motor-motor sebelum pertengahan tahun 70-an.
  4. Motocross dan sepupunya supercross di lombakan di lintasan berlumpur, biasanya menampilkan motor yang melompat melewati jarak yang jauh.
  5. Supermoto adalah gabungan antara balap jalanan dan motokross. Motor yang digunakan umumnya adalah jenis motor motokross dengan ban motor balap jalanan. Lintasan yang digunakan untuk perlombaan juga campuran antara jalanan dan lintasan berlumpur atau tanah.
  6. Speedway dan speedway es adalah balapan yang diadakan di sirkuit berbentuk lonjong (oval) di mana para pembalap berlomba dengan gaya khas speedway yaitu mengepotkan (membelok dengan menggeser roda belakang) motor untuk memudahkan melewati sirkuit yang hanya berbentuk oval tersebut.
  7. Ketahanan motor (Enduro), di mana balapan di lombakan dalam jangka waktu yang panjang, dan dengan lintasan alam, bahkan melewati daerah terpencil. Reli Paris-Dakkar dan Six Day Endurance adalah contohnya.
  8. Balap motor enduro atau Reli jenis lain yang berbasis pada pengumpulan poin yang di raih pembalap dan tidak terfokus mutlak pada waktu tempuh keseluruhan peserta. Reli-reli di lombakan dalam waktu beberapa hari dan ribuan mil, dengan poin-poin bonus yang diberikan jika berhasil sampai di tujuan dan tempat yang di perintahkan. The Iron Butt Association adalah badan yang sering menyelenggarakan reli-reli semacam itu.
  9. Trial Motor di mana peserta mengendarai motor yang dbentuk khusus dengan berat yang ringan dan dengan suspensi yang fleksibel. Peserta harus menaklukkan beragam rintangan buatan seperti kotak, ban, tong yang bertumpuk dan rintangan-rintangan lain. Lomba juga dilakukan di rintangan alam berupa batu-batuan. Peserta di haruskan melewati rintangan-rintangan dengan kesalahan seminimal mungkin untuk menjadi juara.
  10. Drag Race motor (juga dikenal dengan sprints) di mana dua peserta start di belakang sebuah garis star yang sama dengan tanda star berupa lampu. Setelah lampu star menyala dua pembalap memacu motornya melewati dua lintasan lurus sejauh seperempat mil, di mana waktu tempuh mereka di catat dan di hitung. Pembalap dengan catatan waktu paling singkat melewati garis finis adalah pemenangnya.
  11. Hill Climb adalah di mana seorang pembalap menaiki atau mencoba menaiki sebuah bukit berlumpur atau tanah dengan motornya. Motor yang digunakan di rancang khusus dengan lengan ayun (swing arm) yang panjang dan ban khusus ala motokross. Pembalap yang mencapai titik tertinggi di bukit atau tercepat menaiki bukit adalah pemenang.
  12. Land Speed di mana seorang pembalap tunggal memacu motor melewati sebuah lintasan lurus sepanjang satu sampai tiga mil (biasanya dilakukan di permukaan sebuah danau yang mengering) Pembalap tersebut harus berupaya untuk membuat catatan waktu tercepat dan melewati catatan rekor pembalap sebelumnya di kelas tersebut atau berdasar jenis motor yang dipakainya, agar namanya tercatat dalam buku rekor.

Demikian Sobat, sekilas mengenai sejarah balap motor yang bisa kita ketahui.

Referensi :

  • https://www.britannica.com/sports/motorcycle-racing
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Grand_Prix_Sepeda_Motor
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Balap_motor
Loading...

0 Response to "Sejarah Balap Motor"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel