Sejarah Lompat Tinggi

   
Sejarah Lompat Tinggi (High Jump)| Kampus_PJOK - Lompat Tinggi adalah salah nomor lompat pada atletik selain lari dan lempar. Kejuaraan lompat sendiri pada cabang atletik dibagi menjadi 4 macam yang dilombakan pada event olimpiade, yaitu :
  1. Lompat Tinggi (High Jump)
  2. Lompat Jauh (Long Jump)
  3. Lompat Galah (Pole Vault), dan
  4. Lompat Jangkit (Triple Jump)
Pada kesempatan ini, kita akan membahas nomor lompat yang pertama, yaitu lompat tinggi. Artikel ini mencakup pengertian lompat tinggi dan sejarah lompat tinggi.

Baik Sobat Olahraga, langsung saja kita simak pengertian dan sejarah lompat tinggi dibawah ini :

1. Pengertian Olahraga Lompat Tinggi

Pengertian Lompat Tinggi merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang akan menguji keterampilan melompat dengan melewati tiang mistar.

Tujuan lompat tinggi ini adalah untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu. 

Adapun tinggi mistar yang harus dilewati oleh seorang atlet lompat tinggi minimal 2,5 meter dengan panjang mistar minimal 3,15 meter. 

Olahraga Lompat Tinggi dilakukan pada lapangan atletik dengan tanpa menggunakan bantuan alat tertentu.
Lompat Tinggi : Sumber gambar : dailymail

2. Sejarah Olahraga Lompat Tinggi

Sejarah Lompat tinggi tercatat pertamakali diadakan pada olimpiade di Skotlandia pada abad ke 19. Pada saat itu tercatat lompatan tertinggi yang dilakukan oleh atlet adalah 1,68 meter. Gaya lompat pada masa itu adalah gaya gunting.

Kemudian pada sekitar abad ke 20, gaya lompat tinggi telah dimodernisasi oleh seorang warga Irlandia - Amerika bernama Michael Sweeney. Pada tahun 1895, Michael Sweeney berhasil melakukan lompatan setinggi 1,97 meter gaya eastern cut-off, dimana mengambil off seperti gunting, tapi memperpanjang punggungnya dan mendatar di atas bar.

Warga Amerika lainnya bernama George Horine mengembangkan teknik lompat yang lebih efisien bernama Western Roll. Melalui teknik ini, Horine bisa mencapai lompatan setinggi 2,01 meter pada tahun 1912. Kemudian pada Olimpiade Berlin (Tahun 1936), teknik lompatan ini menjadi dominan dilakukan dan untuk cabang lompat tinggi telah dimenangkan oleh Cornelius Johnson yang mencapai ketinggian 2.03 m

Sejarah Lompat Tinggi berkembang pada empat dekade berikutnya, pelompat Amerika dan Sovyet telah merintis evolusi teknik straddle. Charles Dumas adalah orang pertama yang menggunakan teknik ini mencapai ketinggian 2,13 m, pada tahun 1956.

Kemudian warga Amerika, John Thomas meningkatkan rekor dunia dengan ketinggian lompatan 2.23 m (7 ft 3 3/4 in) pada tahun 1960. Dan akhirnya Valeriy Brumel mengambil alih pencapaian dalam empat tahun ke depan. Jumper Soviet ini mencatat ketinggian lompatan hingga 2,28 m (7 ft 5 3/4 in), dan berhasil memenangkan medali emas Olimpiade pada tahun 1964, sebelum kecelakaan sepeda motor mengakhiri karirnya

Dari Brumel inilah para atlet mencoba belajar dan mengembangkan olahraga lompat tinggi hingga saat ini terdapat berbagai gaya dalam olahraga lompat tinggi di dunia antara lain gaya gunting (Scissors), gaya guling sisi (Western Roll), gaya guling Straddle dan gaya Fosbury Flop.

Induk Organisasi Lompat Tinggi

Pada sub bagian sejarah lompat tinggi diatas, kita ketahui bahwa lompat tinggi sudah ada sejak olimpiade kuno. Akan tetapi baru tercatat pada abad ke 19 yaitu pada olimpiade di Scotlandia.

Lalu bagaimana dengan organisasi induk lompat tinggi? karena lompat tinggi merupakan cabang olahraga atletik, tentu saja nama induk organisasi olahraga ini sama dengan induk organisasi atletik, yaitu PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) dan untuk internasional IAAF atau International Amateur Atlhetic Federation (Induk Organisasi Atletik Internasional)

Demikian Sobat Olahraga, informasi mengenai sejarah lompat tinggi. Semoga bermanfaat.

Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/High_jump
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Lompat_tinggi
Loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Lompat Tinggi"

Posting Komentar