Teknik Tolak Peluru Yang Harus Kamu Tahu

Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru | Kampus-PJOK - Tolak Peluru adalah salah satu nomor lempar pada cabang olah raga atletik. Seorang atlet tolak peluru harus dapat melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin.

Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. selain peluru ada peralatan lain yang digunakan dalam olahraga ini. Sobat bisa membacanya pada artikel peraturan tolak peluru yang telah kami tulis pada waktu yang lalu.

Daftar Isi Teknik Tolak Peluru

1. Teknik memegang peluru
2. Teknik meletakkan peluru pada bahu
3. Teknik menolakkan peluru 
5. Tolak Peluru Gaya O'brien

Teknik Tolak Peluru Yang Harus Kamu Tahu

Teknik Dasar Olah Raga Tolak Peluru

Pada dasarnya teknik tolak peluru yang ada disini merupakan teknik dasar yang bisa kita pelajari dalam olahraga tolak peluru. Teknik tersebut terdiri dari teknik memegang peluru, meletakkan dan membawa peluru pada bahu, teknik menolakkan peluru serta sikap akhir setelah menolak peluru.

Sebagai bonus tambahan kami akan sampaikan sebuah gaya tolak peluru yang dikenal dengan gaya O'brien. Langsung saja Sobat Olahraga kita simak penjelasan mengenai teknik tolak peluru dibawah ini

1. Teknik Memegang Peluru pada Olah Raga Tolak Peluru

Cara memegang peluru ada tiga macam yaitu:
  1. Jari jari renggang. jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya. untuk menggunakan cara ini penolak harus memiliki jari jari yang kuat dan panjang.
  2. Jari jari agak rapat,ibu jari di samping,jari kelingking berada di samping belakang peluru. jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser,juga membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.
  3. Bagi mereka yang tamgannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua tetapi lebih renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan.
Teknik dasar tolak peluru

2. Teknik Meletakkan Peluru pada Bahu


Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

3. Teknik Menolakkan Peluru

Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini,

3.1 Menolak peluru dengan kedua tangan
  1. Pegang peluru dengan kedua tangan didepan dada, kedua kaki dalam keadaan sejajar, lalu dorong/tolakkan peluru kedepan-atas sejauh mungkin.
  2. Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.
  3. Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah lemparan. Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor lemparan.
  4. Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran pinggang. Tolakan masih dengan kedua tangan tetapi beben diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang sebenarnya.
  5. Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan. Tolakan dilakukan dengan koordinasi bantuan dorong kaki belakang.

3.2 Menolak peluru dengan satu tangan
  1. Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher. Lanjurkan /rentangkan lengan kiri kedepan dan abadan menghadap depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai kanan dihentakkan untuk membantu melakukan tolakan, sesaat sebelum peluru dilepaskan (Carr,1991)
  2. Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat akan melakukan tolakan, badan diputar ke kanan untuk mengambil ancang-ancang (Carr,1991) Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)
    Gaya menolak peluru berdiri
  3. Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)

4. Sikap Akhir Setelah Menolak Peluru

Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

5. Tolak Peluru Gaya Belakang / O'brien 

Pada dasarnya teknik dasar tolak peluru gaya menyamping (otrhodok) dengan gaya belakang (O'brien) hampir sama, hanya saja pada gara o'brien dilakukan dengan membelakangi sektor lemparan.
  1. Peluru siap dipegang dan diletakkan pada pangkal leher (dengan tangan kanan).
  2. Sikap pemula berdiri membelakangi arah tolakkan. Kaki kanan tegak, kaki kiri terjulur agak lurus dan rileks kebelakang berpijak pada ujung kaki. Barat badan sebagian besar berada pada kaki kanan. Pandangan kebawah atau kedepan (sekitar 5-10 meter). Pada posisi ini seluruh bagaian badan rileks, sambil berkonsentrasi dan mengatur pernapasan.
  3. Secara bersamaan, badan dicondongkan kedepan dan kaki kiri diangkat rileks keatas hampir datar dengan tanah, lengan kiri turun-lurus-lemas kedepan-bawah. Kemudian lutut kanan dan lutut kiri sama-sama ditekuk, sehingga paha kanan hampir menyentuh dada.
  4. Dari posisi ini, lutut kiri segera diluruskan/dijejakkan/diayunkan cepat kebelakang dengan disertai tolakkan kaki kanan (lutut samping lurus). Tolakkan kaki kanan kebelakng ini harus rendah saja dan secepat mungkin agar gerakkan meluncur gerakkan ini berjalan lancar dan tidak melambung. Selama meluncur kebelakang badan tetap rendah dan condong kedepan serta masih membelakangi arah tolakkan.
  5. Akhir dari luncuran kebelakang tadi diawali dengan mendaratnya kaki kanan terlebih dahulu kira-kira pada pusat lingkaran, disusul kaki kiri berpijak agak disebelah kiri dan garis tengah, bagian ujung kaki hampir atau sedikit menyentuh bidang dalam balok penahan. Pada saat kaki ini berpijak, disinilah terjadi sikap/posisi menolak.
  6. Dari sikap/posisi menolak ini, peluru segera ditolakkan dengan cara seperti telah diuraikan terdahulu yaitu Tahapan-tahapa dalam Tolak Peluru 

Demikian Sobat Olahraga, artikel mengenai Teknik Tolak Peluru, semoga bermanfaat.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Teknik Tolak Peluru Yang Harus Kamu Tahu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel